rangkaian

 

 RANGKAIAN SIMULASI DAN PRINSIP KERJA 

   Rangkaian kontrol kumbung budidaya jamur ini dirancang untuk menjaga kelembapan media tanam dan ketersediaan air tetap stabil secara otomatis. Sistem ini bekerja berdasarkan pembacaan dari sensor soil moisture yang digunakan untuk mendeteksi kadar kelembapan pada media jamur, serta sensor water level yang memonitor jumlah air pada wadah penampung sebagai suplai utama penyiraman.

Ketika sensor soil moisture mendeteksi bahwa kelembapan media berada di bawah batas minimum yang telah ditentukan, mikrokontroler akan mengaktifkan pompa air untuk membasahi media hingga kembali ke tingkat kelembapan ideal. Sementara itu, sensor water level memastikan bahwa air dalam penampung masih tersedia. Jika air hampir habis, sistem akan menghentikan pompa dan buzzer akan menyala sebagai indikator peringatan agar pengguna segera menambah air.

Selain itu, sistem dilengkapi touch sensor sebagai kontrol manual untuk mengaktifkan atau mematikan perangkat tanpa saklar mekanik. Dengan kombinasi mode otomatis dan manual, sistem ini mampu menjaga kondisi lingkungan budidaya tetap optimal sehingga pertumbuhan jamur lebih stabil, efisien, dan tidak memerlukan pemantauan terus-menerus.






1. Deteksi kelembapan (Sensor Soil Moisture dan buffer)


Prinsip Kerja

   Sensor soil moisture bekerja dengan cara membaca perubahan resistansi pada tanah. Saat tanah masih basah, resistansinya rendah sehingga sensor menghasilkan tegangan output yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika tanah mulai mengering, resistansinya naik dan nilai tegangan output sensor turun. Perubahan tegangan inilah yang menjadi indikator tingkat kelembapan media tanam.

Agar sinyal dari sensor tetap stabil dan tidak terpengaruh beban rangkaian, output sensor dilewatkan terlebih dahulu ke rangkaian buffer berbasis op-amp. Buffer ini tidak mengubah besar tegangan, tapi berfungsi menjaga kestabilan sinyal sehingga hasil pembacaan lebih akurat dan konsisten saat digunakan sebagai input kontrol otomatis pada sistem budidaya jamur.



2. Deteksi ketinggian air (Sensor Water Level dan Komparator inverting)


Prinsip Kerja

Sistem pendeteksi ketinggian air ini bekerja berdasarkan perubahan konduktivitas pada sensor Water Level yang akan menghasilkan variasi tegangan sesuai kondisi permukaan air. Tegangan keluaran sensor tersebut kemudian masuk ke rangkaian op-amp yang dikonfigurasi sebagai komparator inverting. Pada konfigurasi ini, tegangan sensor dibandingkan dengan tegangan referensi (Vref). Jika level air turun melewati batas yang ditentukan sehingga tegangan sensor lebih rendah dari Vref (Vin < Vref), maka keluaran komparator akan berubah menjadi logika tinggi. Kondisi ini digunakan untuk mengaktifkan transistor sebagai saklar elektronik, sehingga pompa atau buzzer akan menyala sebagai indikator bahwa ketinggian air berada pada level rendah.

Sebaliknya, ketika ketinggian air kembali naik dan tegangan sensor lebih tinggi dari Vref (Vin > Vref), keluaran komparator menjadi logika rendah, transistor nonaktif, dan pompa atau buzzer otomatis mati. Dengan mekanisme ini, sistem dapat memantau dan mengontrol tinggi permukaan air secara otomatis sehingga proses pemeliharaan kelembapan kumbung jamur menjadi lebih stabil dan efisien tanpa perlu pengecekan manual.



Comments

Popular posts from this blog

Fig.10.48

TUGAS BESAR(TOILET OTOMATIS

detektor inverting dengan Vref = -